Mencari jejak sunyi masa lampau
Kutundukan kepala
Kulihat daun kering dihembuskan angin
Menerjang perlahan-lahan
Mendekati kaki, mimpi dimulai
Sebelum waktuku, mereka berkumpul
Sebelum waktuku,mereka memeluk
Sebelum waktuku,mereka tidak tahu
Namun waktu,
Waktu tak tahu toleransi
Waktu berjalan terlalu cepat
Tak mau ia menunggu
Kuinjakkan ke dalam lantai bandara
Kakiku ini, juga hati yang bertahun-tahun dibangun
Pedih rasanya, pergi
Pergi begitu saja
Menciptakan kontras di atas lembaran masa depanku
Sekarang aku berdiri di atas lembar penantian
Masih kosong melompong
Dengan cipratan musim kemarau
Dengan tangan bergetar dan mengepal
Aku tak tahu kemana harus melangkah
Tangan yang membantuku telah pergi
Binasa ditelan waktu
Tergantikan dengan ombak laut
Dengan alam baru yang menciptakan kebingungan
Aku pun tenggelam di dalamnya
Gelap,
Mencari sinar-Nya
Namun kemana aku harus mencari?
Kembali aku ke dalam pencarian
Di atas tumpukan daun kering
Tak mau melangkah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
i'm only guessing, but i think i know when you wrote this. specially with the word 'bandara' in it. deep, really.
hahhahaha, well you think you know when i wrote this. i know exactly what you mean. but i wrote this the day i posted this post. :) *wrong*
Post a Comment