Thursday, February 5, 2009

Mata Yang Tak Terbuka

Di ujung ruang ia duduk
Dengan memar dan luka di sekujur tubuhnya
Matanya tertutup
Curahan hati mengalir dari dalamnya

Amis memenuhi ruang itu
Membuat penciuman tak mau mencium
Merah, semuanya mengalir deras, darah!
Ia masih menutup matanya

Lalu datanglah kering
Ruangan itu membusuk
Habis hingga binatang penghabisan pun lapar
Ia masih menutup matanya

Sekarang ruang itu hilang
Dan hanya sisa, lantai yang diinjaknya
Semua terang
Terbukalah semua dinding penghalang
Tetapi ia,
Ia masih menutup matanya

Hujan, petir, badai, dan malam
Mata yang tak mendengar, terbuka
Baginya semua masih sama
Gelap, hanya gelap

No comments: