Terlalu sering suaramu menggetarku
Sehingga kepalaku hanya penuh hening
Hening itu kuat dan berkuasa
Kekuatan itu menghempas fikirku
Keluar lewat telinga
Menggelinding dengan rongsok lainnya
Terlalu hening, setelah kusadari
Sehingga mulutku pun bergerak
Hampir membentuk diftong-diftong
Namun menolak suara
Bukan menolak, hanya tak bisa
Leher dan hatiku hanya bisa dingin
Tanpa tujuan, mereka ada
Sekarang sudah kututup jalanmu
Untuk menelusuri ke pedalaman asaku
Rutemu hilang, rutemu hilang!
Dan mau seribu kali kau ucapkan,
Mau seribu kali kau tuangkan,
Mau seribu kali kau bisikkan,
Mau seribu kali kau teriakkan,
Tak kan kau tahu kau sakiti aku
Karena hatiku dingin dan ideku telah tumpah
Karena pedalaman jiwaku tak tercapai
Karena aku tak lagi peduli
Karena bagiku, engkau tak pernah ada
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment